Postingan

Januari

Januari adalah angin darat dan laut Menggerus kepala Menusuk dinding kulit langsat Aku diantara terang dan gelap Atau diantara ambang-ambang kebimbangan Januari adalah waktu Januari sebagimana engkau terus dirayakan

Bebas

Rasa-rasanya aku ingin terbang seperti elang Merajai langit dan mencengkram segala macam kehidupan di daratan Menggoreskan luka bagi yang membangkang atau ku ludahi para penjilat belang Rasa-rasanya aku muak dengan keteraturan dengan segala atribut kesopanan Yang membuat orang tanpa malu dan sadar menghempaskan lain-lain hal Aku muak aku muak Aku bosan aku bosan Ingin aku pergi saja hidup dalam dunia dongeng Dan berpetualang tanpa kekangan Dan menafsirkan setiap kejujuran

Udara

Aku tak tahu entah kapan Sebentar atau sekian lama lagi Terukur Hari, bulan, ataupun tahun Yang aku tahu aku selalu berjalan sengan bayanganku Atau dengan imaji-imaji dikepalaku Hari-hari, adalah tempat dimana aku menimba segalanya Kau yang memenuhi imajinasi Menyisir jalan Mengutuk waktu Persahabatan dengan keputusasaan Atau tentang energi semangat dalam kuasa universal Semuanya bercampur-campur membenturkan sesuatu yang ku yakini akan terbentuk Suatu saat hukum perubahan itu niscaya Dan aku tak ingin lagi ditemani bayanganku Aku ingin ditemani udara, yang bisa membuat segar dikala kantuk menyusup atau membuat segar di saat kebosanan menggerogoti diri Udara adalah kau

Penghujung Tahun ini, pengalaman adalah sejarah

Rayakanlah rayakan Jangan tangisi Jangan ratapi Penghujung tahun penuh harap di dalam ruang kesunyian Disana mungkin manusia berpesta pora Disana mungkin manusia bersuka cita Disana mungkin manusia bersyukur nikmatnya Semua adalah kebebasan, kebebasan untuk bahagia Sementara aku disini, ya aku memilih untuk bersunyi dan aku juga punya harapan Sebagaimana hari-hari lalu adalah guru berharga Jakarta, 31-Desember-2012 Akhir tahun bukan nestapa

Sendiri, menyendiri

Semakin terpinggir aku dalam percikan perjuangan suci dan keganasan hidup yang gila, kesakitan membuat aku meredup bak hilang dalam lumpur-lumpur menjijikan itu Beberapa hari aku dirumah merasakan sepi damai dan statis, seperti tak ada apa-apa disini Aku nyaman, namun aku resah Diluar kawan mungkin sedang berjuang tentang perjuangan kebenaran, kebaikan, dan keindahan yang diajarkan lewat pengetahuan universal atau kawan ku sedang bersandiwara tentang nilai esensial sang bajingan pencari eksistensi Aku curiga Ya aku ragu Aku juga delima dan aku ingin bertanya Apakah ruangku adalah ruang yang sama dengan kawanku misalnya ? Tapi dia kawan ku, dan aku tidak bisa menolaknya karena kami sama manusia. Suatu keyakinan ku, kawanku juga manusia dan kau tau bagaimana manusia tak perlu kugambarkan itu Ah kawan perjuangan bukan nilai diantara oposisi biner yang kaku 1 + 1 = 2 Salah dan benar Baik dan buruk Indah dan tidak indah Karena semua itu konsep dan kata buatan manusia Biarla...

Al-Qur'an, Das Capital dan perjuangan hari ini

Berangkat dari suatu kehidupan, sebagaimana takdir telah mengejawantahkan kedirian lahir, tumbuhkembang, dan mati dalam alam raya. Manusia diantara dua pilihan, dan ketika manusia mulai mampu untuk menggunakan rasio (akal) dalam memaknai hidup ini. Manusia mulai mempertanyakan mana yang lebih dahulu yang materi atau non materi (metafisika) ? Dan hal tersebut mempengaruhi cara orang berfikir serta bertindak. Yang pertama menganut materi percaya bahwa yang rasional (pengetahuan) hanya bisa didapat oleh panca indera serta kebenaran itu sendiri adalah yang nyata, yang kedua non materi (metafisika) bahwa pengetahuan asalnya dari zat yang tidak terlihat (metafisika) dan kebenaran itu sendiri adalah nilai yang terkandung didalamnya. Sejak saat itulah pertentangan filsafat materialisme dan idealisme berkintradiksi. Tapi disini saya tidak akan membahas panjang lebar filsafat tersebut, saya akan membahas tentang latar belakang yang mepengaruhi perjuangan kedua pahlawan besar yang namanya tercata...

Aku dan keyakinan tentang 'Tuhan'

Tak usah ditanya, aku ini beragama dan aku yakin tapi aku tak rajin. Aku masih ingin mencari esensi tentang kepercayaan, bagaimana harus percaya Tuhan dan Agamanya ? Jika katakan aku percaya apakah akan menjadikan aku hidup lebih baik ? Sebanyak yang ku lihat tentang apakah mereka punya suatu keyakinan dan melaksanakan dengan baik memang dikatakan 'iya' tapi ada yang kurang dan sangat di sayangkan, orang yang rajin menyembah Tuhanya belum tentu baik dalam hidupnya bersama manusia lainya dan alamnya, seringkali mereka memisahkan yang 'teologis' dan yang sosial. Perkara diriku, itu kesalahanku dan aku akan pertanggungjawabkan itu, aku mau jika suatu saat aku mulai meritual kan diriku dengan Tuhan nilai Ketuhanan dan kitabnya juga tercermin dalam kehidupan sehari-hariku. Tetapi yang membuatku resah adalah pemisahan antara ritual keagamaan dan suatu kehidupan sosial manusia dan itu nyata saat ini. Tentang teologi atau kepercayaan pada suatu keyakinan dengan segala ritual...