Apalah arti hidup tanpa arti ?
Seorang guru berseru pada murid-muridnya ; kau hendak jadi apa jikalau sudah besar nanti ? Beberapa diantaranya bercericau, diantaranya bungkam tanpa alih-alih suara. Ya, kau coba ingin jadi apa kelak ? Sambar seorang guru tersebut. Aku hendak jadi pemimpin pak, tegasnya. Cita-cita yang bagus, satu untuk semua, tandasnya. Kemudian, kau ingin jadi apa kelak nak ? Guru itu meneruskan. Aku berkeingin menjadi seorang pengusaha produk makanan pak, sekenanya. Itu pun bagus, semua untuk satu. Tegasnya lagi meyakinkan. Hujan belum juga reda, turun berlebat-lebat membasahi daratan kehidupan. Sang pemberi anugerah atau malah malapetaka, tergantung ada di sarang kepala siapa pendapat. Guru tersebut menarik nafas dalam-dalam dan dikeluarkanya sebuah petuah-petuah. Hendak diapakan nanti oleh sang penerima tergantung dari tragedi yang dilaluinya, yang pasti, gumamnya. Seorang guru harus memberikan gambaran yang positif tentang hidup ini agar kelak generasi mendatang dapat menimbang-nimbang se...