Postingan

Tak Perlu Membeku Dalam Dadamu

Gambar
Tribunnews.com "Dariku saudaramu, keyakinan mu itu tak perlu membeku dalam dadamu, biarkan ia mengalir dengan perbedaan, dengan nya kehormatanmu adalah kehormatan mereka “ Apakah kamu lupa saudaraku bahwa kita adalah saudara tanah air, yang mungkin kamu melupakan nya dengan ego mu bahwa 28 oktober 1928 adalah tonggak dimana kita menyatakan : bertanah air, berbangsa, berbahasa satu yakni Indonesia. Yang kemudian kamu, aku, dan mereka pahami dalam diktat sejarah bahwa peristiwa tersebut adalah penyatuan dari berbagai perbedaan yang ada : Agama, budaya, ras, suku, golongan dan sebagainya. Harusnya kita belajar dari janji tersebut, dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini. Aku tidak bermaksud merumitkan nya, memang kenyataan nya sederhana, kita tak pernah mau melihat sejarah kita sendiri bahwa ada sesuatu yang suci, yang harusnya dilakukan dan tak terlupakan lewat kebekuan diri. Minggu, 13 Mei 2018 di Surabaya dan Sidoarjo dan Senin, 14 Mei 2018 di P...

" Bunga Di Awal Abad "

Sejarah tidak mengkhianati waktu Mereka adalah jawaban atas lahirnya keindahan yang dinantikan Darah, air mata, keringat, semua pengorbanan atas kemanusiaan dan tata dunia yang lebih baik Merupakan perjuangan yang tak akan pernah usai Perdamaian adalah mimpi dari keseluruhan alam Marx memperingatkan kita akan konflik yang merupakan hakikat dari jalan nya peri hidup Parsons meyakinkan kita akan optimistik terjadinya harmonisasi kemanusiaan Akhirnya optimis adalah tafsir atas keyakinan, ia terbelah menjadi bagian-bagian yang terpecah Ide adalah keyakinan yang membuat dirinya sendiri terpisah, menjadikanya tingkatan-tingkatan yang lebih tinggi Itulah akhirnya yang membedakan nya dengan hewan Jika ide itu tunggal makan statis adalah jawaban Tetapi perdamaian atas kemanusiaan adalah sebuah prinsip Jika dunia sudah sedemikian berkembbg atas nama perubahan dan kemajuan Maka ia akan terlahir, atau sudah lahir, aku belum menantinya Ia adalah jawaban atas gerak pertumpahan darah ya...

Dialektika Abad

Hari-hari diantara periode muda, adalah masa pencarian yang mematikan Pikiran tidak habis-habisnya menyerang tentang alur cerita di masa mendatang Apakah harus berjalan dengan konsep yang matang tetapi statis atau berjalan tanpa pegangan tetapi 'liar' ?

" Puisi Malam Ini "

Kutulis kata dalam rasa Yang memuntahkan lara dan asa Tentang hidup yang begitu membara Membakar sisa-sisa mimpi yang tertera Di dalam alam kepala Malam ini tetap sama tentang potret ibukota Yang bergema suara diantara julang-juang angkasa Membisik ke dalam telinga, meraya mengikis harapan-harapan yang hampa Aku tidak ingin terjaga diantara ilusi-ilusi kota Mantra-mantra sakti yang tidak berguna dalam retorika pencari harta Aku tidak ingin terinjak dalam kota rahimku menjadi ada Persaingan menjadikan yang lain tiada Aku bermimpi dimana ada itu bukan berarti ketiadaan Aku berharap dimana asa adalah bukan keputusasaan bagi lain nya Aku berdoa supaya ambisi bukanlah muntahan dari hati yang miskin dari hanya diri nya Tapi lain nya, dia, mereka, dan umat manusia ! Hei Man Hei Man ...

Bukan Siapa ? Adalah Kita

Ku hirup udara segar diperlintasan gelap dan terang Pada lorong-lorong langit yang membentangkan awan biru yang mengawang Pagi ini tepat 05.45 aku berdiri di depan gerbang Menyambut hari yang begitu digadang-gadang Senin, pergumulan antara kemalasan dan kewajiban para petualang Aku yang menelanjangi waktu ku dengan produktivitas, dan mereka para pemilik barang Aku berjalan dengan pikiran terbang dan tentang bayang-bayang Mengapa orang harus diciptakan dihambakan dan menghambakan Bukankah aku hidup di dalam zaman baru yang sarat prinsip kesetaraan dan persaingan Ataukah aku masih hidup dalam alam feodalisme raja-raja kuno ? Atau ide itu yang masih terus hidup menempel dalam tubuh zaman baru ? Kuturuni roda dua ku, dan bergegas jalan menginjak aspal kering kerontang bergelombang Ku belum habis pikir, tentang pendidikan ? Feodalisme harus mati, hilang, disapu angin kesegaran zaman terang ! Agama, etika, kata, angka merupakan sekumpulan simbol pemberi makna pada Intelektual,...

Equilibrium

Pernah kau melihat dimana kehidupan tanpa persoalan ? Aku akan menjawab tidak Tapi pernah kau melihat kehidupan dengan sekelumit persoalan yang menumpuk ? Itulah dimana tempat kita terlahir Jadi dunia adalah tempat persoalan diadakan, bagaimana dengan takaran nya ? Sedikit atau banyak ? Bukankah itu bisa diantisipasi melalui kesepakatan-kesepakatan, aturan, hukum ? Atau bagaimana dengan dunia adalah tempat persoalan ditiadakan ? Pertanyaan terakhir adalah mimpi kaum utopian, apakah kau percaya ? Aku akan menjawab, aku mempercayai nya. Apakah itu logis ? Itu logis, asal syarat yang menjadikan persoalan nya dihilangkan, dengan ada nya ajaran mengenai ideal manusia-manusia baru yang mementingkan keselarasan dan non  ego. Kita tidak mempersoalkan genetika rasial, tetapi genetika sifat. Bukankah genetika sifat adalah ganda ? 2 ? Oposisi biner ? Baik buruk, indah non indah, benar non benar ? Aku yakin kita sadar, namun kenyataan memabukan. Perihal persaingan bebas tanpa batas, k...

Mistika

Ketika gelap tiba Terlelap lah diri Melayang jiwa dengan raga yang tetap membumi Kau melihat dunia yang lebih luas, lebih dari cerita-cerita nyata Kau menyaksikan dunia yang lebih dalam diluar apa yang dinyatakan Kemudian kau merasakan begitu damai nya dunia dengan khayalan Sebuah bentuk hakikat yang bersemayam di dalam setiap jiwa-jiwa suci dan pikiran-pikiran waras Yang dikumandangkan para pejuang kebijaksanaan Yang di nistakan oleh propagandis keserakahan Dan kau tersenyum dalam ketidaksadaran Dan kau terpenggal oleh kesadaran Terang, seharusnya sebuah jalan yang menunjukan Bukan dengan jalan-jalan yang tidak ditunjukan Dan kau terjeruji oleh kesadaran dalam terang Apakah gelap akan lebih baik ? Baca juga :  Equilibrium